Hidup adalah Kesempatan

Ditulis oleh: Andrew Langelo

 

Hidup ini adalah kesempatan. Buat saya kalimat ini bukan sekedar puji-pujian semata. Tahun 2004 saya mengalami kecelakaan mobil dan mengakibatkan mobil sampai terbalik di Manado (sebagian besar korban yg kecelakaan di lokasi tersebut tidak selamat). Peristiwa ini seakan memberitahukan saya bhwa Tuhan punya rencana untuk saya. Saya juga yakin dan percaya jika Tuhan masih memberikan kesempatan buat saya, dan Tuhan juga memberikan kesempatan tersebut buat kita semua.

Hidup Kristen merupakan pemahaman akan Alkitab dan pengalaman iman buat saya.

Di dalam 1 Raja-raja 2:3: “Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju”.

Bacaan Alkitab ini saya imani dan amini. Sebagai manusia kita mungkin tidak dapat melakukan 100% perintah-Nya. Namun bagi saya, walaupun kita sempat terjatuh, Tuhan mau kita tetap kembali pada-Nya. (Back on track)

Apa sebnarnya “kewajibanmu”?
1. Kasihilah Tuhan Allah dengan segenap hatimu, jiwa, dan akal budimu.
2. Kasihilah sesamamu manusia seperti diri sendiri. Prioritasnya jelas yaitu Tuhan, keluarga kemudian sesama. Kenapa ada keluarga di prioritas ini? Kembali ke Sepuluh Printah Allah.

“Hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya” juga berarti Tuhan akan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh. Mungkin tidak selalu mulus tapi Tuhan juga mau anak-anakNya tahan uji dan beriman. Beberapa hal mengenai pemilihan kuliah, pasangan hidup atau bekerja sebagai pegawai maupun usaha sendiri selalu Tuhan berikan petunjuk (bisa melalui mimpi dan tanda) karena Tuhan kita adalah Tuhan Yang Hidup.

Jika kita merasa bingung atau belum mengerti mengenai ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, mari sama-sama belajar. Dalam sebuah khotbah dikatakan ketika Yesus memilih murid-muridNya, Ia lebih memilih pejala ikan, pmungut cukai/pajak dibandingkan pemuka-pemuka hukum Taurat.

Dalam konteks “supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju”, ya benar jika kita melakukan perintahNya maka kita akan beruntung. Tetapi apakah dengan Tuhan kita akan hitung-hitungan? Bagi saya, sudah seharusnya kita mengasihi Tuhan. Keberuntungan yang kita dapat sebagai akibat/hasil dari mengasihi Tuhan. Jadi bukan kita mengasihi Tuhan supaya kita beruntung.g

Saya juga percaya masing-masin kita ada panggilannya sendiri dengan profesi pekerjaan masing-masing yang dipercayakan Tuhan. Dalam konteks bisnis dan wirausaha, menurut saya, kita harus kembali lagi dengan pertanyaan dasar apa alasan kita berusaha/bisnis? Bagi saya, usaha/bisnis merupakan tempat menjemput berkat yg sudah Tuhan percayakan dan selanjutnya menjadi saluran berkat bagi sesama. Kita boleh hidup berkelimpahan tapi apa artinya jika kelimpahan tersebut hanya untuk diri kita sendiri?

Sekaligus yakin dan percaya dengan jadi berkat buat sesama, Tuhan akan lebih memberkati kita. Memberi (dengan tulus) = menerima lebih.

Sebagai kesaksian singkat, toko kue dan roti kami menyumbangkan 200 buah roti untuk korban kebakaran di daerah Jakpus. Selang beberapa hari, kami menerima order kue seharga nilai sumbangan kami tersebut. (sekali lagi ini untuk kesaksian).

Dalam berbisnis pun saya juga masih banyak belajar. Dalam suatu seminar bisnis bertema “One Minute Millionaire” oleh salah satu pembicara terkenal diberitahukan cara 1 Menit Menjadi Milyarder. Caranya: Pembicara tersebut meminta maaf kepada Ayahnya yg tidak berhubungan baik dengannya (pemulihan hubungan dengan orang tua). Hal ini tergenapi di Firman Tuhan, “Hormatilah Ayahmu dan Ibumu supaya lanjut umurmu di bumi”. Kata lanjut ini bermakna luas. Lanjut umur berarti Tuhan berikan kecukupan, kesehatan dan perlindunganNya.

Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita dalam setiap tugas dan panggilan yg dipercayakanNya kepada kita, baik sebagai pegawai maupun pelaku usaha/bisnis.

Andrew Langelo

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.