Menuai yang Ditanam

Ditulis oleh: Fadrian Gultom (Komisi Inforkomlitbang)

 

Foto: djarumtreesforlife.org

Seorang pemilik toko kuatir melihat ada toko baru di samping kanannya yang menjual barang sejenis dengan poster promosi besar-besaran: “DISKON BESAR!”. Keesokannya ada toko baru lagi buka di samping kirinya dengan poster promosi: “HARGA TERMURAH!”.

Tidak hilang akal, ia pun membuat poster besar di depan tokonya:
Mau Diskon Besar?
Mau Harga Termurah?
PINTU MASUKNYA DI SINI!

Di dalam berusaha, ada satu ayat yang seringkali menjadi pedoman saya. Mat 10 : 16Lihat, Aku mengutusmu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.”

Izinkan saya menjelaskan kenapa menurut saya ayat ini dapat diaplikasikan dalam hidup kewirausahaan:

  1. Kalimat “Aku mengutusmu seperti domba ke tengah-tengah serigala”. Kalimat ini dapat diartikan sebagai seseorang / sebuah usaha yang harus berhadapan dengan kompetitor-kompetitor lain, yang lebih besar dalam skala usaha, modal, operasional, dan pemasaran. Ketatnya persaingan di dalam dunia usaha kerap ’menciutkan’ nyali kita dalam menjalaninya. Layaknya seekor domba yang masuk ke tengah-tengah kawanan serigala.
  2. ”Cerdik seperti ular”, artinya kita harus memanfaatkan akal kita, yang adalah karunia dari Tuhan, untuk terus bertumbuh menjadi sebuah usaha yang kompeten, dan standout. Seperti halnya yang dilakukan si pengusaha toko dalam melakukan persaingan. Mohon dicatat, dikatakan di sini cerdik, bukan licik. Artinya kita juga tidak dapat menghalalkan segala cara yang salah atau ilegal untuk dilakukan.
  3. ”Tulus seperti merpati”, artinya kita harus memastikan usaha kita dilakukan dengan tulus. Hal ini akan mendorong kita untuk melakukan segala sesuatu dengan penuh semangat, determinasi, dan perjuangan.

“Apa yang kau tuai, itulah yang kau tanam”. Saya tidak tahu bagaimana akhir cerita di atas apakah si pemilik toko memenangkan persaingan. Tapi nampaknya beliau cukup cerdik untuk menuai hasil yang baik dari usahanya.

Mereka yang menanam sesuatu yang baik, akan menuai sesuatu yang baik juga, atau bahkan berkali lipat lebih baik. Oleh karena itu, luar biasa yang dilakukan teman-teman GPIB Paulus yang menjalankan usaha, baik kerajinan, makanan, jasa, dan lain sebagainya baik yang terkecil maupun yang sudah besar.

Dari berdagang ikan bakar yang membuat liur berjatuhan, masakan woku, kue-kue, sewa HT, biapong, ataupun kerajinan dan jasa. Mereka menanam untuk menafkahi keluarga, untuk memiliki sesuatu, untuk mengembangkannya. Apapun tujuannya saya yakin itu baik. Tetapi selain berusaha, pastinya juga didukung dengan doa (Ora et Labora).

 

Foto: elitemarketer.id

Berbicara mengenai ’Cerdik’, ada beberapa saran yang dapat saya bagikan, untuk dilakukan sebagai bentuk usaha memasarkan produk-produk atau jasa kita:

  1. Gunakan Facebook, Instagram, dan Whatsapp untuk memasarkan produk kamu: banyak yang sudah menggunakan cara ini, tetapi jika belum, manfaatkan sebaiknya. Posting produkmu di Facebook, Instagram, Whatsapp Story, juga di liniwaktu (timeline). Jangan ragu juga untuk Japri (Jaringan Pribadi) orang-orang yang mungkin tertarik membeli produk kamu.
  2. Percantik tampilan produk: buat pengusaha muda yang mungkin lebih luwes teknologi, coba beberapa aplikasi ini untuk membuat desain yang apik: CANVA, ANIMATED TEXT.
  3. Video: di dunia digital, konten video lebih menarik ketimbang foto. Cukup dengan smartphone mungkin anda bisa memperlihatkan hasil masakan, sekilas proses masak, atau produk, sehingga orang tertarik untuk membelinya. Atau IG TV, FB Live stream juga dapat dimanfaatkan.
  4. Listing Marketplace: buat lapakmu di situs seperti Tokopedia, Bukalapak, untuk membantu meningkatkan penjualan.
  5. Toko Online: Ini hanya sebuah ide yang terbesit, tapi jika usaha-usaha milik jemaat GPIB Paulus, dibuat kedalam satu website tersendiri dimana pedagangnya khusus dari lingkar GPIB, mungkin bisa menjadi seusatu yang menarik.

Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh teman-teman semua, semoga dapat memberi manfaat bagi jemaat GPIB Paulus. Jangan menyerah. Terus berusaha. Terus berjuang. Teruslah berdoa. Saya pikir tidak perlu lagi saya mengungkit tentang wabah COVID-19 yang sudah hadir di tengah kita saat ini. Tetapi yakinlah, sebagaimana tertulis didalam kitab Mazmur 126 : 5Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.”

Salam,
Fadrian Gultom

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.