SIMBOL TAHUN GPIB

 

Tahun Gerejawi: Hari Minggu XIII Sesudah Pentakosta

 

HARI MINGGU BIASA. Sesudah Hari Minggu Trinitas, maka Gereja dan orang-orang percaya merayakan Hari Minggu Biasa atau lebih dikenal sebagai HARI-HARI MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA. Minggu-minggu sesudah Pentakosta ditandai dengan warna Hijau; warna pertumbuhan dan kesuburan bagi gereja. Masa ini juga disebut masa Gereja berjuang. Di dalamnya, Gereja diingatkan tentang penyertaan Tuhan di dalam perjuangannya. Yesus Kristus, Kepala Gereja, melalui Roh Kudus, selalu beserta Gereja-Nya (Allah beserta kita). Inilah alasan kita beribadah pada Hari Minggu karena kita yakin bahwa Yesus Kristus yang telah bangkit dan menang akan selalu menyertai kita dalam setiap perjuangan dan menjadikan kita pemenang.

Simbol Hari Minggu sesudah Pentakosta adalah perahu yang sedang berlayar di tengah samudera, dituntun oleh burung merpati (putih) dengan ranting zaitun di paruhnya dan dilingkupi pelangi dengan warna dasar hijau.

 

A r t i:
Perahu merupakan simbol dari Gereja. Ide ini menjadi berarti bagi orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan dan pergumulan, ketika mereka mengetahui bahwa akan ada pertolongan dari Tuhan. Hal ini nyata lewat perpaduan antara perahu dan pelangi. Di sini janji Allah tentang pertolongan-Nya itu mendapat penekanan yang kuat. Pelangi melambangkan kesetiaan Allah atas janji-Nya untuk memelihara bumi, khususnya Gereja dan orang-orang percaya. Burung merpati dengan ranting zaitun di paruhnya mengungkapkan tentang janji keselamatan dan kehidupan dari Allah (bnd. Kej. 8:10.11) melalui Roh Kudus yang akan terus menyertai sampai ke tempat tujuan. Jadi sekalipun Gereja mengalami berbagai ancaman goncangan dan cobaan, Gereja akan tetap hidup di dalam dan oleh janji Allah tersebut di dalam Kristus melalui Roh Kudus.

 

Simbol ini berganti pada hari Sabtu, 30 November 2019 pukul 18.00,
jelang Hari Minggu Adven I