Skip to main content

Bertumbuh Bersama dalam Pelkat: Mengenal Persekutuan Pelayanan Kategorial

| GPIB Paulus Jakarta

Artikel 2 dari 10 (Set GPIB Paulus Jakarta)


Mengapa Pelkat Itu Penting?

Ibadah Raya hari Minggu bersifat umum dan satu arah (dari mimbar ke umat). Meskipun sangat penting, ibadah raya seringkali tidak memberikan ruang yang cukup untuk interaksi personal, diskusi mendalam tentang pergumulan spesifik usia, atau penggalian potensi pelayanan individu.

Pelkat hadir untuk mengisi ruang tersebut. Pelkat berfungsi sebagai:

  1. Wadah Pembinaan Iman yang Spesifik: Materi pembinaan untuk seorang anak berusia 7 tahun tentu berbeda dengan materi untuk seorang pemuda berusia 25 tahun atau seorang lansia berusia 70 tahun. Pelkat menyediakan kurikulum yang relevan dengan tantangan hidup di setiap fase usia.
  2. Keluarga Rohani (Community): Di dalam Pelkat, Anda dikenal secara pribadi. Ini adalah tempat untuk berbagi beban, saling mendoakan, dan membangun persahabatan Kristen yang tulus.
  3. Tempat Melatih Pelayanan: Pelkat adalah ladang persemaian bagi pelayan-pelayan Tuhan. Banyak Presbiter (Penatua dan Diaken) di GPIB Paulus memulai perjalanan pelayanan mereka sebagai pengurus aktif di Pelkat.

 

Mengenal 6 Pelkat di GPIB Paulus Jakarta

GPIB Paulus memiliki enam kategori pelayanan yang mencakup seluruh rentang usia jemaat:

1. Pelkat Pelayanan Anak (PA)

Ini adalah fondasi masa depan gereja. Pelkat PA melayani anak-anak dari usia balita hingga usia Sekolah Dasar (sebelum masuk masa remaja/katekisasi). Melalui Sekolah Minggu, anak-anak diperkenalkan kepada cerita-cerita Alkitab, kasih Yesus, dan nilai-nilai Kristen dasar melalui metode yang kreatif, nyanyian, dan aktivitas yang menyenangkan.

2. Pelkat Persekutuan Teruna (PT)

Masa remaja awal (usia SMP) adalah masa transisi yang krusial. Pelkat PT menyediakan ruang aman bagi para teruna untuk mulai bertanya lebih dalam tentang iman mereka, membangun identitas diri di dalam Kristus, dan menavigasi tekanan teman sebaya dengan bimbingan kakak layan yang peduli.

3. Pelkat Gerakan Pemuda (GP)

Melayani kaum muda-mudi (usia SMA hingga dewasa muda/belum menikah). Pelkat GP GPIB Paulus adalah wadah yang dinamis di mana isu-isu iman dipertemukan dengan tantangan dunia modern—mulai dari karir, hubungan (relationship), hingga peran pemuda dalam masyarakat. GP ditantang untuk menjadi agen perubahan yang progresif namun tetap berakar pada Alkitab.

4. Pelkat Persekutuan Kaum Perempuan (PKP)

Pelkat ini mewadahi ibu-ibu dan kaum perempuan dewasa. PKP bukan sekadar arisan rohani, melainkan sebuah persekutuan doa yang kuat dan wadah pemberdayaan perempuan. Di sini, para perempuan saling menguatkan dalam peran mereka sebagai istri, ibu, wanita karir, dan pelayan Tuhan di tengah keluarga dan masyarakat.

5. Pelkat Persekutuan Kaum Bapak (PKB)

Menjadi kepala keluarga dan imam dalam rumah tangga adalah panggilan yang berat. Pelkat PKB menjadi wadah bagi para bapak untuk saling menopang, belajar tentang kepemimpinan Kristen yang melayani, dan bertanggung jawab atas pertumbuhan rohani keluarga mereka. PKB juga sering terlibat aktif dalam pelayanan teknis dan keamanan gereja.

6. Pelkat Persekutuan Kaum Lanjut Usia (PKLU)

Di GPIB Paulus, kami sangat menghargai para lansia sebagai “tiang doa” gereja. Pelkat PKLU memberikan perhatian khusus pada kebutuhan rohani dan jasmani di masa tua. Ini adalah wadah untuk terus berkarya, berbagi hikmat pengalaman hidup, dan mempersiapkan diri dalam pengharapan iman yang teguh.

Kesimpulan: Jangan Bertumbuh Sendirian

Kekristenan tidak pernah dimaksudkan untuk dijalani sendirian. Jika Anda hanya datang hari Minggu dan langsung pulang, Anda kehilangan sebagian besar berkat dari kehidupan bergereja.

Kami mengundang Anda untuk mengambil langkah iman dengan bergabung dalam Persekutuan Pelayanan Kategorial GPIB yang sesuai dengan usia atau kategori Anda. Temukan keluarga rohani Anda di GPIB Paulus Jakarta.

Untuk informasi kontak pengurus masing-masing Pelkat atau jadwal kegiatan mereka, silakan hubungi kantor sekretariat gereja melalui halaman Kontak Kami.

Alfa Mandalika

Author Alfa Mandalika

More posts by Alfa Mandalika

Leave a Reply