Merawat Warisan, Mengabadikan Sejarah

Menyambut usia ke-90 Gedung Gereja GPIB Paulus pada 6 Juni 2026, hadir buku peringatan “De Nassau-Kerk”. Buku ini merangkum kekayaan warisan GPIB Paulus—mulai dari fakta sejarah, keunikan arsitektur, hingga dinamika perjalanannya dari masa ke masa. Dikemas secara menarik dan menginspirasi untuk dibaca oleh semua kalangan, buku ini menjadi saksi berharga atas jejak sejarah dan pelayanan serta penyertaan Kristus untuk gereja kita.

Tidak untuk Dilupakan, Tapi untuk Diceritakan Kembali

5 Fakta Mencengangkan di Balik Kemegahan 90 Tahun GPIB Paulus

Tahukah Anda bahwa gedung Gereja Paulus yang kita kenal saat ini menyimpan banyak rahasia dan sejarah yang tak terbayangkan?

1

Dibangun Murni oleh Jemaat di Tengah Depresi Ekonomi Global

Gedung gereja yang megah ini mulai dibangun saat Hindia Belanda sedang dihantam krisis ekonomi yang mencapai puncaknya pada tahun 1930-an. Luar biasanya, pembangunannya terwujud murni dari dana patungan jemaat sendiri, tanpa sepeser pun subsidi dari pemerintah.
2

Pernah "Menyamar" Menjadi Gedung Cokelat demi Hindari Bom Sekutu

Bangunan putih ikonis ini pernah berganti warna. Pada masa pendudukan Jepang, tembok luar gereja sengaja dicat cokelat sebagai kamuflase untuk mengelabui pesawat pengebom Sekutu.
3

Alunan Organ Pipa Pertama yang Tak Bersuara

Pada tahun 1950-an, gereja mendatangkan organ pipa dari Sukabumi dengan truk barang. Sayangnya, karena tidak ada ahlinya, organ itu tidak bisa berbunyi. Selama bertahun-tahun, ibadah diiringi harmonium dari belakang. Jemaat yang mendengar kemiripan suaranya mengira organ pipa raksasa itulah yang sedang dimainkan.
4

Misteri Raibnya Artefak Cawan Gubernur Jenderal Abad ke-17

Gereja Paulus pernah menyimpan cawan perjamuan perak peninggalan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Johannes Camphuys, yang wafat pada tahun 1695. Sayangnya, artefak tak ternilai ini dicuri pada tahun 2013 dan jejaknya hilang.
5

Titik Nol Kelahiran Identitas GPIB

Gedung ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan saksi bisu lahirnya Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB). Nama "Nassaukerk" secara resmi diubah menjadi "Gereja Paulus" pada 31 Oktober 1948, bertepatan dengan penutupan persidangan dan peresmian GPIB.

Rekening Pembayaran:

BCA 2066907888 a/n GPIB PAULUS

Keterangan: Mohon menambahkan kode unik ‘90’ pada 2 digit terakhir.
(Contoh: Rp250,090)

Langkah Pre-Order:

  1. Transfer ke rekening di atas

  2. Kirim bukti transfer ke WhatsApp: 0811-1988-109 (Cani)

  3. Buku akan dikirim/diambil sesuai jadwal yang diinformasikan

  • Hanya 250 eksemplar
  • Hard cover, fancy paper, dan swiss binding

  • Teknik percetakan khusus

Merawat Warisan, Mengabadikan Sejarah, Menatap Masa Depan Dengan Penuh Harapan

Buku ini adalah karya dari Tim Penyusun Sejarah GPIB Paulus, Jakarta.

Ketua: John Pattiwael
Anggota: Jonathan Wibowo, Marietje Wowor, Lendy Sumual, Joyce Rumokoy
Editor: Christopher